Thursday

ADA


Akan ada wujudnya kita ,
Cahayakan kanvas hidup orang
Walau kita tiada niat sembarang

Akan ada wujudnya kita
Gelapkan dada langit orang
Meskipun kita tak terlintas mahu menconteng arang

Akan ada perginya kita
Buat orang menangis sedih
Sedangkan kita tidak meminta,
Lelehan jernih membocorkan mata
Mereka syahdu lihat kita tiada disisi

Akan ada hilangnya kita
Bikin orang senyum bahagia
Mengalu-alukan kita lenyap,senyap
Kepergian kita mengundang puas tak bertepi

Akan ada .

Dayana Nazlan

Monday

Kita Tak Sama .



Bila kau makan duduk bersimpuh , aku pula makan di kerusi .

Bila aku menghakis rezeki sewenang-wenang , kau pula sedaya mengumpulnya tanpa membazir sebarang sisa .

Bila selalu kau mengingatkan aku supaya menyahut seruan-nya , aku pula terlalu selalu lalai dan alpa .

Bila ada masa aku leka menggoyang kaki , kau selalu pesan supaya aku bernafas untuk dimanfaatkan sebaiknya .


Memang tak sama , namun kumohon pada-Nya agar Dia hantarkan kau untukku atas nama sebuah kebaikan.

# Lengkapilah kekurangan yang ku ada :)

Saturday

Saudarakah saudara ?


Propaganda Amerika membelit seluruh kerangka umat Islam dalam halusinasi yang pasti . Sesak nafas saudara seIslamku di sana . Tanah merahnya tak pernah kering dengan darah . Lencun tubuh mereka dengan keringat , sewaktu larian mereka mengoncang tanah ketika senapang itu mengejar mereka . Robek luka hati mereka tak pernah Zionis bayangkan . Malah daging saudara seIslamku semakin disiat-siat tanpa pernah peduli percikan darah yang tumpah ke bumi . Tangis sudah tak berair mata lagi , kerana sendu telah lama menghentak hati . Saudara seIslamku merayu , terkapai -kapai memohon pertolongan . Persoalanku , apakah yang mampu aku lakukan untuk mematahkan senapang Syaitan itu ? Apalah tenaga kecil ini mampu menahan kereta kebal dan senjata nuklear tentera jahanam itu ? Ya ALLAH , tolong beri kekuatan untuk saudara - saudaraku di sana , semoga doa kudus yang terbit dariku yang hina didengari-Mu...Amin.

puisi cubaan :)

Terima kasih,
kau pupuk sayat hati
Lepaskan aku terbang merintih
Tapi akhirnya ucap syukur,
bila engkau rela pergi jauh.
Aku selesa di sini,
tak perlu pintal minda fikirkan kau lagi.
Sedang kau umpama patah tumbuh hilang berganti,
aku terus melangkah,
tak berniat lagi menoleh.
Terima kasih,sahabat!